Blog

Pengembangan Inovasi dan Ide Bisnis Melalui Inkubator BDI Jakarta

Bdijakarta.kemenperin.go.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri Jakarta terus berupaya mengurangi tingkat pengangguran dengan mencetak SDM Industri yang kompeten dan berdaya saing melalui Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja) serta melaksanakan program inkubator bisnis dengan tujuan untuk menciptakan wirausaha industri baru yang kompeten dan berdaya saing. Ditengah tuntutan zaman yang terus berkembang, inovasi dan ide kreatif terus bermunculan dari para start-up termasuk para tenant inkubator bisnis untuk menciptakan ide bisnis baru yang dapat diterima masyarakat.


Berbagai inovasi dan ide kreatif yang dimiliki oleh tenant terus dikembangkan oleh BDI Jakarta melalui program inkubator bisnis dengan proses pembinaan, pendampingan dan pengembangan usahanya. Eko SA Cahyanto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri melalui kunjungannya pada Rabu, 12 Agustus 2020 lalu mengatakan, perlu adanya hak paten untuk inovasi dan hasil karya dari para tenant dan pengembangan ide bisnis perlu di lakukan sehingga produk yang dihasilkan para dapat bersaing dengan produk lain.


Adapun 5 bidang inkubator bisnis yang dikembangkan oleh BDI Jakarta, yaitu bidang sablon dari Sablon Bogor, bidang fesyen dari Kivvari, bidang Batik dari Nafira Batik, bidang produk tekstil dari Pinnions, bidang custom made dari Anwar Penjahitan, serta Inkubator bisnis khusus untuk pembuatan APD dalam rangka penanganan covid-19 yang akan di sumbangkan ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan.


Pengembangan ide melalui program inkubator bisnis ini diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat dengan menciptakan peluang wirausaha baru serta mampu mendorong para start-up lainnya untuk terus berinovasi menciptakan produk baru yang dapat berdaya saing.

Kirim Komentar

Fasilitas komentar tidak disertakan.