Blog

Tekan Angka Pengangguran, Kemenperin Gelar Pelatihan Vokasi

Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi Kompetensi, dan Penempatan Kerja) untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar lebih produktif, inovatif, dan kompetitif.
Pelatihan ini menjadi upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten sesuai dengan kebutuhan sektor industri saat ini. Apalagi potensi besar Indonesia adalah ketersediaan SDM, seiring dengan momentum bonus demografi hingga 2030.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan SDM yang kompeten dan profesional merupakan kunci keberhasilan dari sebuah organisasi.

"Sesuai arahan presiden, pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif," ujar Agus, Kamis (10/9).

Agus melanjutkan, era revolusi industri 4.0 telah membuka kesempatan bagi SDM di berbagai sektor industri untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

"Untuk itu, diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (upskilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko Cahyanto mengatakan pelaksanaan diklat dilaksanakan secara serentak bersama 7 Balai Diklat Industri dengan mematuhi protokol kesehatan. "Dalam melaksanakan diklat ini, mitra industri telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Selain mempunyai izin dan persyaratan pelaksanaan diklat, diterapkan protokol kesehatan dan dipantau secara kontinyu hingga akhir pelatihan," ujarnya.
Eko Cahyanto melanjutkan, pelatihan 3 in 1 saat ini diikuti 1.475 peserta dengan berbagai jenis pelatihan, terdiri atas:
1. BDI Medan sebanyak 210 orang untuk pelatihan operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit
2. BDI Padang sebanyak 220 orang untuk pelatihan pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan dan batik tulis
3. BDI Jakarta sebanyak 300 orang untuk pelatihan operator garmen
4. BDI Yogyakarta sebanyak 230 orang untuk pelatihan jahit upper alas kaki, assembling alas kaki dan pengoperasian mesin jahit karung jumbo plastik
5. BDI Surabaya sebanyak 250 orang untuk pelatihan operator garmen dan supervisor tekstil dan produk tekstil
6. BDI Denpasar sebanyak 150 orang untuk pelatihan animasi
7. BDI Makassar sebanyak 115 orang untuk pelatihan desain kemasan produk pangan dan aneka olahan berbasis cokelat.

"Pelatihan ini untuk memberikan bekal bekerja ataupun berwirausaha dan menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saing," pungkasnya.

Kirim Komentar

Fasilitas komentar tidak disertakan.