Blog

Upaya pemulihan ekonomi nasional, Kemenperin kembangkan wirausaha baru

Kementerian Perindustrian kedepannya secara spesifik akan berfokus kepada percepatan pemulihan industri dalam mendorong sektor industri sebagai leading sector dalam pemulihan ekonomi nasional. Salah satu kebijakannya yaitu terkait dengan pemulihan produktivitas tenaga kerja / SDM industri hal ini dikarenakan penyerapan tenaga kerja industri menjadi salah satu parameter keberhasilan pemulihan sektor industri nasional dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, “Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, 3 pilar utama yang menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut yang berpotensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM seiring dengan momentum bonus demografi yang sedang dinikmati hingga tahun 2030.”

Menperin juga menjelaskan, hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Three-in-One Berbasis Kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri. Diklat 3in1 yang mengusung konsep pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja ini sekaligus sebagai upaya untuk menekan angka pengangguran dan kompetensi SDM yang berdaya saing.

Kepala BPSDMI Kemenperin Eko SA Cahyanto menyampaikan, Pelaksanaan diklat 3in1 untuk memenuhi tuntutan industri di berbagai sektor dengan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calon tenaga kerja yang tersertifikasi dan memiliki daya saing. Pelatihan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri akan SDM industri kompeten dan mengurangi dampak pengangguran yang diakibatkan oleh Pandemi COVID 19.

Namun tidak hanya berfokus pada industri besar, Kementerian Perindustrian juga mendorong pengembangan wirausaha baru agar mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi sehingga mampu memulihkan perekonomian nasional. Guna menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan jejaring usaha, program inkubator bisnis yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Industri Jakarta menjadi salah satu program unggulan dalam membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan wirausaha baru.

Menperin menyampaikan, “Program Inkubator bisnis ini diharapkan mampu menumbuhkan wirausaha industri dan menjadi wadah bagi para pelaku calon wirausaha industri untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas agar usahanya terus berkembang dan tetap berjalan ditengah pandemi covid-19.”

Tahun ini, Balai Diklat Industri Jakarta menyelenggarakan acara BDI JAKARTA SIGNATURE 2020 dengan tujuan untuk menjalin sinergi antara antara Pemerintah, wirausaha baru melalui Inkubator bisnis, calon tenaga kerja industri, dan mitra industri untuk bersama-sama dalam mengembangkan, membangun, dan meningkatkan sumber daya manusia industri yang kompeten dan berdaya saing, serta bermanfaat bagi perekonomian nasional.

Dalam acara tersebut menampilkan berbagai hasil produk mitra industri yang dikerjakan oleh tenaga kerja kompeten lulusan Diklat 3in1 serta hasil produk dan proses produksi dari peserta / tenant inkubator bisnis BDI Jakarta tahun 2020 yang terdiri dari 5 bidang yaitu fasion, batik, custom made, sablon, dan produk tekstil. Tidak hanya itu, BDI Jakarta juga melaksanakan inkubator bisnis khusus untuk pembuatan APD, mengingat APD masih sangat dibutuhkan oleh berbagai rumah sakit selama masa pandemi covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menambahkan skill baru bagi tenaga kerja yang terdampak akibat pengurangan pegawai diwilayahnya masing-masing.

Menperin berpesan kepada para tenant Inkubator bisnis untuk selalu menjaga kesehatan, menaati protokol kesehatan dimanapun berada, mengikuti inkubator bisnis dengan tertib dan aktif.

Kirim Komentar

Fasilitas komentar tidak disertakan.