Berita

Merajut Hidup SuksesMulia

Oleh : Tedy Hermawan *)

 

Setiap orang di dunia ini pastilah menginginkan kesukesan dalam hidupnya. Banyak orang mendefinisikan sukses diukur dengan harta kekayaan serta pangkat dan jabatan yang dimiliki. Hal tersebut tidaklah salah namun apakah kesuksesan berdasarkan definisi tersebut secara otomatis akan melahirkan kebahagiaan terhadap orang yang memperolehnya? Mungkin kita akan sepakat bahwa jawabannya adalah “belum tentu”. Seseorang yang telah memperoleh dua hal tersebut tidak serta merta menjamin kehidupannya menjadi lebih bahagia. Banyak sekali contoh seseorang yang memiliki banyak harta dan terkenal tapi ternyata hidupnya berakhir dengan tragis. Contoh yang belum lama ini terjadi pada artis Robin William yang dikenal sebagai aktor sukses namun akhirnya ditemukan meninggal karena bunuh diri. Ternyata dibalik banyaknya prestasi yang telah ia raih, terdapat kekosongan dalam hatinya sehingga membuat dia frustasi dan memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Lalu apa sebenarnya definisi dari sukses itu? Banyak pengertian sukses yang dikemukakan oleh para ahli. Menurut D Paul Reilly dalam bukunya Succsess is simple (1977) mendefinisikan sukses sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan atau cita-cita yang berharga. Sementara itu menurut Ahmad Zainal Fanani dalam bukunya Change now, setidaknya sukses itu ada 3 poin, yaitu: sukses itu adalah prestasi yang sangat tinggi, sukses itu gerak maju secara terus-menerus menuju tujuan, sukses itu berakhir saat seseorang merasa puas dan bahagia. Masih banyak lagi pengertian sukses yang lain namun pada intinya adalah terkait keberhasilan pencapaian seseorang akan sesuatu di dalam hidupnya.

Pertanyaan selanjutnya, kesuksesan seperti apa yang dapat menjamin kebahagiaan? Kembali pada kasus Robin William seorang aktor yang dinilai sukses namun memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, lalu apa sebenarnya yang dapat mengisi kekosongan dalam hati seseorang. Dalam bukunya yang berjudul “DNA SuksesMulia”, seorang trainer, penulis dan motivator Jamil Azzaini mengatakan “setinggi apapun pencapaian Anda dalam hidup tidak akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya jika semua pencapaian tersebut tidak memberikan dampak kebaikan bagi orang-orang di sekitar anda.” Menurut Jamil Azzaini, kesuksesan harus diikuti dengan kemuliaan dengan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lebih banyak orang. Inilah yang mungkin dapat menjawab pertanyaan mengapa orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain di berbagai kegiatan sosial seperti panti asuhan, sekolah gratis, rumah singgah dan lain-lain hidupnya lebih tenang dan bahagia dibanding para orang kaya yang hanya sibuk dengan dirinya. Apa yang dilakukan oleh orang-orang ini merupakan contoh nyata dari kemuliaan.

Sukses dan mulia merupakan dua hal yang sangat penting yang dapat membuat kita merasakan kehidupan yang terbaik. Kesuksesan saja tidak dapat menjamin seseorang meraih kebahagiaan yang sesungguhnya. Keberhasilan akan pencapaian sesuatu hanya dapat memberikan kebahagiaan semu, sesaat atau sementara. Sebaliknya kemuliaan saja tidaklah cukup, karena mulia saja tidak mampu menghadirkan kehidupan terbaik sebagaimana sukses saja. Tanpa kesuksesan, kemuliaan akan memiliki keterbatasan-keterbatasan seperti: “seandainya aku punya lebih banyak uang..., seandainya aku punya ilmunya....“, dst. Sukses dan mulia keduanya saling memperkuat, sehingga kehidupan terbaik akan diperoleh jika kita memiliki keduanya sekaligus.

Jamil Azzaini mendefinisikan seseorang yang sukses itu diukur dengan “4 TA” yaitu: harta (penghasilan), tahta (jabatan/kedudukan), kata (ilmu) dan cinta (dari orang-orang disekitarnya). Namun kita tidak perlu untuk mendapatkan semua “4 TA” dulu untuk memulai merintis mencapai “kemuliaan” anda. Apabila anda telah memiliki kelebihan pada harta, maka gunakanlah harta anda untuk membantu orang lain dengan bersedekah. Apabila anda baru punya kelebihan pada tahta atau kedudukan, maka gunakanlah kedudukan anda untuk memperbaiki keadaan di lingkungan anda. Apabila anda memiliki kelebihan pada kata (ilmu), gunakan ilmu yang anda miliki untuk kebaikan dan mencerdaskan orang lain. Apabila dalam hidup, anda baru memiliki cinta maka gunakanlah untuk berbagi kasih sayang dan perhatian pada orang-orang yang kurang beruntung. Dengan demikian anda akan membuka kunci kesuksesan bagi 3 TA yang lainnya.

Bagaimanakah meraih SuksesMulia?

Kesuksesan akan dapat diraih dengan mulai membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang mengikis kristal-kristal budaya otak yang salah dan menggantinya dengan yang benar. Dalam buku DNA SuksesMulia, Jamil Azzaini menawarkan sebuah formula SuksesMulia yang dituliskan dalam Rumus SuksesMulia yaitu: Expert  x Aset  x Epos. Expert adalah orang yang dianggap paling ahli dibidangnya. Aset  adalah sesuatu yang dapat memberikan nilai tambah yang terdiri dari ast fisik/metafisik, aset kecerdasan dan aset hati. Sementara epos merupakan singkatan dari energi positif. Jadi SuksesMulia dapat dicapai dengan menjadi expert, mengoptimalkan aset yang dimiliki serta selalu menebarkan energi positif.

Banyak sekali orang yang telah memiliki gaji atau penghasilan yang besar dari pekerjaannya namun tidak dapat menikmati pekerjaannya dan tidak mendapatkan kebanggaan pada profesinya itu. Bahkan ia sering membayangkan seandainya menjalankan profesi lain. Kondisi ini disebut dengan Low Level of Engagement (LLOE) atau kondisi dimana seseorang memiliki keterlibatan yang rendah terhadap pekerjaan yang dijalaninya. Dan fakta yang ditemukan berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Gallup kepada 1,5 juta pekerja diseluruh dunia pada tahun 2004 hanya 29% pekerja saja yang memiliki keterlibatan dengan pekerjaannya dan sisanya sebanyak 71% pekerja mengalami Low Level Of Engagement (LLOE). Sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana menjadi expert sangatlah penting memilih profesi atau pekerjaan yang kita cintai atau mencintai apa yang kita kerjakan. Untuk itu kita harus menemukan passion kita terlebih dahulu, karena apapun pekerjaan atau profesi kita jika itu sesuai dengan passion kita, maka kita pasti akan enjoy dalam menjalaninya karena ada keterikatan (engagement) yang kuat antara kita dengan pekerjaan yang kita lakukan.

Banyak yang berpendapat bahwa yang mempengaruhi kesuksesan seseorang adalah Intelegent Quotient (IQ), kemudian berkembang lagi bahwa Emotional Quotient (EQ) lah yang lebih berpengaruh lalu muncul lagi Spiritual Quotient (SQ) dan terakhir Emotional and Spriritual Quotient (ESQ) yang merupakan gabungan antara EQ dan SQ. Tapi berdasarkan penelitian menunjukkan tidak satupun quotient itu yang dapat menjamin seseorang menjadi sukses. Seseorang dengan quotient tinggi tidak otomatis bisa sukses karena semua quotient itu hanyalah modal.

Lalu apa yang harus dilakukan agar bisa menjadi expert? Berdasarkan hasil penelitian K. Anders Ericsson bahwa seseorang bisa menjadi expert setelah mengalokasikan waktu untuk berlatih selama 10.000 jam. Kesimpulan itu kemudian dikenal dengan istilah 10.000 hours rule (peraturan 10.000 jam). Waktu ini bukanlah sekedar jam terbang seseorang namun merupakan deliberate practice atau waktu yang digunakan seseorang untuk berlatih secara terus menerus dan disengaja untuk meningkatkan keterampilan. Jadi jika seseorang telah mengalokasikan 3 jam sehari untuk berlatih maka butuh 10 tahun untuk bisa menjadi seorang expert.

Poin kedua yang perlu dilakukan untuk mencapai SuksesMulia adalah mengoptimalkan aset yang dimiliki, ada beberapa hal yang dapat dilakukan unutk mengoptimalkan aset yang dimiliki yaitu:

  • Work Life Balance adalah bagaimana mengelola waktu yang kita miliki dengan membagi porsi waktu secara seimbang untuk kehidupan pekerjaan dan non pekerjaan
  • Mengelola Energi. Energi dibedakan menjadi 2, yaitu : energi fisik yaitu stamina tubuh dan energi metafisik yaitu kemampuan berkonsentrasi serta kemampuan mengatur gelombang otak. Performa yang luar biasa bukan hanya dipengaruhi oleh pengelolaan waktu yang baik namun juga sangat ditentukan oleh bagaimana mengelola energi baik energi fisik maupun energi metafisik. Dengan demikian kita bisa menjadi sosok yang selalu siap dimana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun ketika dibutuhkan.
  • Memacu mesin kecerdasan dengan fokus pada kelebihan yang dimiliki.
  • Luaskan hati, nikmati masalah. Apabila kita memasukan 3 sendok garam kedalam segelas air maka air didalam gelas akan terasa asin, namun coba anda masukkan 3 sendok garam tersebut ke dalam sebuah telaga maka rasa asin tidak akan terasa lagi. Seringkali kita “menderita” menghadapi masalah, seolah-olah masalah yang kita hadapi sangatlah besar sebagaimana ibaratkan garam tadi. Cara untuk bisa “menikmati” masalah adalah dengan meluaskan hati kita seluas telaga sehingga rasa asin (masalah) tadi tidak akan terasa lagi.

Terakhir untuk menjadi SuksesMulia adalah selalu menebarkan energi positif. Dalam hidup, kita memiliki sesuatu yang ingin kita capai, apakah itu terkait dengan diri sendiri, keluarga atau pekerjaan. Untuk mencapai tujuan itu ada “biaya” yang harus kita keluarkan yang disebut dengan agency cost atau ongkos kehidupan. Semakin banyak biaya, resiko, energi dan waktu yang harus dikeluarkan untuk sesuatu yang ingin dicapai maka semakin tinggi pula agency cost-nya, dan sebaliknya. Agency cost ini sangat erat kaitannya dengan Hukum Kekekalan Energi (HKE). Apabila seseorang mengeluarkan energi positif (epos) maka dia akan mendapat balasan sesuatu yang positif juga, begitu juga sebaliknya. Untuk itu sangat penting untuk terus menebarkan energi positif agar kita juga mendapatkan balasan sesuatu yang positif sehingga hal itu dapat mengurangi agency cost kita, baik didalam kehidupan pribadi, keluarga maupun dalam kehidupan di dalam masyarakat atau dipekerjaan.

*) Penulis adalah Widyaiswara Muda pada Balai Diklat Industri Jakarta

 

Kirim Komentar

Fasilitas komentar tidak disertakan.